Monday, June 20, 2011

WAYANG GOLEK LENONG BETAWI - BUDAYA DARI BETAWI, INDONESIA

Koleksi ( Tokoh ) Wayang Golek Betawi

Selain ada Wayang Golek Sunda, kebudayaan kita makin kaya dengan berkembangnya seni Wayang Golek Lenong Betawi. Wayang Golek Lenong Betawi merupakan kombinasi antara lenong, gambang kromong dan wayang golek yang diciptakan oleh Tizar Purbaya. Tizar pertama kali mementaskan pertunjukan wayang golek lenong betawi pada tahun 2001 di Jakarta, di hadapan Gubernur DKI Jakarta saat itu.
Pertunjukan Wayang Golek Betawi

Tizar Purbaya

 
Dari segi bentuk maupun pertunjukan, Wayang Golek Lenong Betawi mirip dengan Wayang Golek Sunda. Bedanya, Wayang Golek Lenong Betawi menggunakan gambang kromong sebagai musik pengiring. Tema ceritanya diambil dari cerita-cerita rakyat serta kisah-kisah legenda Betawi seperti Si Pitung, Si Jampang atau Si Manis Jembatan Ancol. Wayang Golek Lenong Betawi juga tidak menjadikan dalang sebagai ‘pemain tunggal’, seluruh kru bahkan para pemain musik bisa saja melempar“celetukan” di tengah pertunjukkan.

Yang unik dari wayang golek ciptaan Tizar adalah kemampuan boneka-boneka wayang itu menampilkan adegan yang tak ada di wayang lain, seperti alis dan bibir yang bisa digerakkan. Ada pula wayang golek yang bisa mengeluarkan air mata atau darah, ada pula yang kepalanya tertancap sebilah golok. Bahkan ada yang bisa berubah wujud menjadi hantu. Maka wayang pun bisa melakukan adegan-adegan yang tak biasa dilakukan oleh wayang jenis lain.

Tizar Purbaya yang lahir di Banten pada 1950 semula adalah dalang wayang golek Sunda. Berhubung Tizar adalah keturunan Betawi, ia pun mulai memasukkan cerita dan tokoh ala cerita rakyat Betawi dan memadukannya dengan wayang golek ini.

No comments:

Post a Comment