Wednesday, July 13, 2011

PENCAK DOR - JAWA TIMUR INDONESIA ( TRADISI PENGHAPUS DENDAM )

Seni bela diri selain untuk membentuk pertahanan diri ternyata juga bisa untuk menyelesaikan perselisihan dan dendam di hati. Dari Jawa Timur seni bela diri tersebut dikenal dengan pencak dor. Pentas seni bela diri pencak dor ini digelar setiap setahun sekali semula merupakan untuk menyelesaikan masalah di kalangan santri di pesantren Nirboyo. Mereka yang bertikai justri diadu secara fisik di atas pentas hingga masing masing menyadari kekeliruan dan kelemahannya.
Seni tarung bebas ala pencak dor ini barang kali hanya ada di pesantren Nirboyo Kediri. Para petarung dari berbagai jenis bela diri bisa langsung naik dan mencari lawan yang sepadan.

Tekni berkelahi pun beragam, bertinju, jurus silat bahkan tendangan ala taekwondo. Namun tidak sedikit juga yang berkelahi semaunya pukul sini atau pukul sana.

Pencak dor di Pesantren Nirboyo ini bukan untuk mencari juara atau siapa yang menjadi terbaik. Pertarungan di atas ring ini adalah salah satu cara para santri ini dalam menyelesaikan masalah.

Pesertapun tidak dibatasi aturan pertandingan dan juga tidak deberi pengaman khusus. Namun ada 4 pendekar sesepuh di atas panggung ini yang siap melerai jika membahayakan petarung.

Tentunya tidak sedikit yang terluka, Tetapi itu lebih baik dari pada diantara mereka masih menyimpan dendam. Begitulah kira kira makna dari pencak dor.

Acara tarung bebas ini pertama kali digagas oleh Almarhum Gus Maksum pengasuh Pesantren Nirboyo Kediri. Ketika ada santri yang bertengkar, maka diatas ringlah diselesaikan.

Tradisi pertarungan pencak dor ini tetap dilestarikan dan selalu di gelar setiap tahunnya.

No comments:

Post a Comment